Selamat Datang Di Blog saya

Welcome to My Blog

Monday, May 8, 2023

Pertengahan Petualangan

 Babak akhir memang masih begitu jauh bahkan tak terdeteksi. Setelah bernaung di kampung halaman hampir sebulan, maka sekiranya pribadi ini menyadari bahwa pulang memang bukan kegiatan yang tepat untuk bekerja, tapi melampiaskan rindu yang telah lama padam. Ibaratnya, seekor kucing yang hilang bertahun lamanya suatu saat akan kembali kepada pemiliknya yang sayang kepadanya. Setahun lebih pribadi ini menjalani nikmatnya sebagai seorang perantau yang sedang mengubah nasibnya dari orang yang suka menyendiri menjadi seorang yang suka membuat kehebohan dan bekerja sesuai dengan mimpinya di masa lampau.

Sempat menjalani kehidupan tanpa sebuah laptop di depan mata, sampai akhirnya bahwa kesia-siaan seorang manusia telah terasa pada pribadi ini. Kampung halaman memang menjanjikan. Bukan sekedar bermain-main dan menikmati hangatnya energi ikatan yang tak akan pernah putus selama berpuluh tahun walaupun kini sedikit demi sedikit ada yang sudah dipanggil ke "tempat" yang seharusnya.

Apakah pribadi ini akan berhenti lagi ? tentu itu tergantung dari dirinya apakah ia siap menjalani petualangan yang tiada ujung dan juga tidak ditebak situasinya mengingat pribadi ini semakin bosan dan akan terus meningkatkan kapasitas dirinya walaupun ia harus menyeimbangkan hal itu dengan kegiatan keagamaannya yang lagi-lagi sedang rapuhnya.

- MAS -

Friday, May 6, 2022

Jauh

 Bismillahirrahmanirrahim

Semoga semuanya tetap sehat selalu,  setelah melewati semua rintangan itu dengan sempurna dan tanpa kendala. Seharusnya semuanya begitu berjalan normal, yang terpenting tetap dalam jalannya saja itu sudah cukup. Kecuali jika harus keluar dari jalur normal dan siap tempur melawan keambiguan dan rintangan terbaik yang akan dihadapi oleh seorang manusia yang sendirian..

Friday, October 15, 2021

Merantau (Part 1)

 Assalamu'alaykum

Rasanya seperti menjauh dari zona nyaman, setelah sekian lama berdiam diri sambil berpikir akan masa depan yang tak tahu apakah baik atau buruk. Efeknya terasa ketika sudah tidak ada lagi suara-suara yang mengingatkanku akan sebuah pekerjaan rumah, tapi lebih dari pada itu, sebuah amanah diberikan kepada si anak terakhir demi cita-citanya yang telah ia perjuangkan sejak ia berada di bangku SMA.

Pasti itu akan membuatnya berpikir, ia akan tinggal di kota seribu tujuan dimana para manusia yang ingin menjadi yang teratas namun bisa jadi ia terbawah dan terus menghilang dari peredaran. Akan ada rasa khawatir bagi orang tua yang ketika ia persilahkan anaknya dengan berat hati namun harus ia relakan demi kebaikan dan kebanggaan masa depan anaknya yang bakal menuliskan cerita indahnya untuk penerusnya kelak.

Tak perlu terlalu berat hati dalam berjuang, tapi tetap ingat pada tujuannya sebagai manusia, bahwa kegelisahan dan keberatan akan situasi yang dilalui mau tidak mau harus dilewati agar tidak menjadi beban yang begitu besar buat keluarganya.

Itu saja, tulisan seorang perantau baru yang kini berada di kota orang, asing baginya tapi ia masih berada pada rasa dan bahasa yang sama sebelum mimpi-mimpinya bermekaran hingga ia terus berada di kota asing tapi ia telah beribu langkah berada pada rasa yang asing dan bahasa yang asing pula.

@akbarsaladin36

Sunday, December 1, 2019

Untitled 39

Assalamu'alaykum

Usiaku sudah begitu matang untuk melangkah ke arah yang lebih menantang lagi. Hanya saja jabatan yang kupegang hanyalah sebagai pengangguran pemula, baru sidang dari ujian skripsi dan menghirup kebebasan yang tak ada habisnya diberikan kepadaku sebagai seorang mantan mahasiswa yang telah melepas almamaternya. Saya hanya menunggu wisuda yang jatuh dalam 2 bulan lagi. Belum lagi, pengangguran masih menguasai diriku dan memiliki beban untuk harus mencari pekerjaan tetap agar tidak dianggap manja dan suka meminta uang jajan kepada orang tua.

Bagiku, perjalanan ini sepertinya akan menantang. Terlalu formal, bukan menantang lagi melainkan rumit dan terlalu banyak halangannya. Apapun yang akan terjadi, saya harus terlibat dalam setiap catatan-catatan pekerjaan yang akan saya dapatkan. Pengalaman adalah guru yang akan membimbingku kali ini. Saya harus mencari "guru" itu sendiri, tanpa teman yang selama ini bisa kuhubungi setiap saat. Kesendirian akan menemaniku kembali, walaupun kekuatan doa orangtua masih menghiasi perjuanganku kali.

Terlalu absurd dalam menulis kali ini. Tiada gagasan dan solusi didalamnya. Mudah-mudahan hanya bagian dari olahraga tangan saja. Karena petualanganku sebagai seorang sarjana telah dimulai.

@akbarsaladin36

Wednesday, May 22, 2019

Untitled 38

Assalamu'alaikum

"Wa makaru wa makarallah wahuwa khairul makirin"

Atas penggalan ayat dalam Alqur'an inilah, pertanda makar besar manusia akan dikalahkan oleh makar-Nya Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sebulan telah berselang menjalani pesta demokrasi penuh drama dan ironi. Sudah banyak keluhan berdasarkan fakta yang ada, tapi nyatanya tidak mendapat titik terang yang memihak kepada rakyat.

Kepemimpinan pada masa kini lebih buruk dari orde baru. Apa sebabnya ? Maka begitu banyak kejanggalan-kejanggalan yang dilakukan oleh rezim tidak mampu diusut, kasusnya langsung menguap begitu saja tanpa kabar berita. Bahkan, kekritisan seorang rakyat adalah lumrah dan seharusnya perlu dijadikan masukan kebaikan. Kini, sebaliknya mereka dianggap makar, itulah kebodohan yang hakiki.

Lalu, pembangunan yang telah dicanangkan berdasarkan progja yang banyak itu tidak mampu dikelola manajemennya melalui pembagian kerja pada menteri dengan kemampuannya masing-masing. Maka, kebijakan yang berlawanan dikeluarkan untuk sekedar menyelamatkan tapi menodai idealisme presiden itu sendiri maupun rakyat yang tinggal di dalamnya.

Kembali ke makar tadi, sekarang makar dalam bahasa dan terminologi yang seharusnya berbanding lurus dengan org yang jahat seperti disalahgunakan oleh rezim sekarang ini. Satu per satu, kekritisan seorang manusia dihabisi sehingga tak ada yang berani dan bertindak lagi untuk melawan rezim.

Beberapa minggu lalu, ditangkaplah orang-orang yang melawan dengan cara yang elegan dan menawan yang secara tidak langsung menurut mereka (rezim) adalah pendukung oposisi padahal mereka menjalankan yang seharusnya menjadi kewajiban manusia, yaitu kebebasan berekspresi.

Kini, gambaran makar menjadi bahasan kepada mereka yang melawan kezaliman dan kebiadaban. Yang pro-rezim sudah bebas melakukan sesukanya padahal menyeleweng, itulah yang harus diusut dan ditangkap. Tapi, penafsiran makar menjadi salah dan tak berarti lagi bagi yang melawan.

Maka dari itu, konsolidasi kekuatan yang membuktikan makar dibuat dengan sengaja oleh rezim jauh hari sudah menjadi prioritas pertama. Usaha dahulu mencari kebenarannya, sampai jelas dan tersusun rapi makar yang jahat dari mereka (rezim) itu.

Maka, pernah terlintas dalam fikiran saya, manakala melihat wawancara dalam sebuah televisi yang menampilkan dua bintang tamu yang berpengaruh hingga saat ini. Maka, almarhum Munir, saat itu penggiat HAM dan pendiri Kontras mengatakan bahwa, adanya suatu ruang kosong yang dalam ruang kosong itu tak bisa disentuh oleh siapapun, baik rakyat maupun rezim yang dimana adalah seperti "mastermind" atau dalang di balik pendukung rezim.

Selama 23 tahun hidup, saya hanya menunggu pemerintah yang sebenar-benar didukung oleh rakyat, hingga rakyat rela mati bersamanya, karena memperjuang kebenaran.

Tulisan ini masih berlanjut...

Wassalamu'alaykum

@akbarsaladin36

Tuesday, April 2, 2019

Untitled 37

Assalamu'alaikum

Tersebutlah, dimana seorang yang berada pada batas antara membangkang dan ketaatan menjalani sepenuh hati hidupnya yang berwarna itu. Maka, dengan gagahnya ia berkisah bahwa ia adalah bagian minoritas yang terasingkan dan dimusuhi oleh seluruh kalangan manusia.

Saya sebagai pengamat menilai bahwa ia hanya ingin dukungan untuk selamat dan sembuh dari "penyakit" itu. Penafsiran saya, ia perlu diluruskan jalan hidupnya yang diisi oleh kebosanan seorang manusia yang amat berbeda. Rasa candu berlebih disertai pemuas nafsu yang tiada henti memaksimalkan diri menjadi seorang yang ingin disokong dan dijunjung untuk setara dengan saya maupun manusia lainnya.

Saya habis kata2 untuk melihat orang ini, tapi tak habis fikir dan juga zikir untuk melawan manusia fakir nan pemilik sifat kafir yang melengket padanya. Melawannya sendirian tak maksimal seorang diri, perlu massa yang kemudian bersepakat dan setia sekata menjatuhkan dan membebaskan mereka dari "kefakiran yang kafir itu".

Sodom hanya pelajaran besar di antara pelajaran besar lainnya, sifat mereka menurun hingga kini. Maka, Luth disuruh menghindar, dan Sodom hanya menjadi bagian sejarah yang dijadikan pelajaran kini. Tak sekedar sirah, ia adalah sejarah yang tak lekang zaman.

Kembali kepada kawan itu tadi, minoritas adalah sifat kehilangan yang mudah tampak, padahal ia butuh dukungan. Dukungan bukan untuk menyetujui perilakunya, tapi menyelamatkan ia  dari "penyakit" ini. Silahkan tafsir sendiri.

Wassalamu'alaykum

@akbarsaladin36

Tuesday, March 19, 2019

Untitled 36

Assalamu'alaykum

Selandia Baru berduka, seorang ekstremis kulit putih kanan berinisal BT melakukan pembunuhan terencana, namun targetnya adalah orang baik. Targetnya adalah muslim yang melaksanakan shalat Jum'at kala itu, terancam akan kehadirannya. Tapi, ada yang saya jadikan inspirasi, pertemuan seorang  kakek untuk akhirnya meredam pembunuhan tersebut akhirnya pupus. Padahal, ia sangat baik, hanya mengucapkan "Hello Brother".

49 orang terbunuh di beberapa masjid salah satunya masjid An-Noor Selandia Baru. Dikenal dengan toleransi paling tinggi terkait kerukunan beragama, sang pelaku ingin membangkitkan eksistensi supremasi kulit putih. Caranya salah, tapi justru menambah rasa penasaran para orang awam di seluruh dunia terutama di Selandia Baru itu sendiri.

Berbagai kecaman telah siap disebarkan pada teroris ini, mereka ternyata berempat, tapi pupus harapan mereka karena telah tertangkap oleh polisi pemberani. Semakin anda jelekkan Islam, wahai yang ingin mengusik Islam, maka berlipat gandalah orang atau manusia untuk mencari tahu agama ini. Begitulah Islam, kesempurnaan agamanya tak perlu ditanyakan lagi.

Sekarang, jumlah umat Islam semakin berlipat​ ganda, karunia Allah Subhanahu Wa Ta'ala terus terkirim dan tersampaikan kepada orang yang beriman, berakal, berpikir, dan berhati nurani. Mereka, syuhada yang telah menjadi bagian kekuatan yang tersalurkan kepada kami, umat muslim hari ini akan selalu diingat dan kisah mereka akan jadi cerita bersambung yang luar biasa buat masa depan kelak.

Baru Selandia Baru yang bergemuruh duka dan kasih sayang tercurahkan kepada mereka, umat muslim yang pemberani. Sebelumnya, berbagai kisah menarik perjuangan umat muslim di seluruh dunia sedang terjadi dan belum berakhir.

Wassalamu'alaykum

@akbarsaladin36

Untitled 35

Assalamu'alaykum

Kusengaja mengeluarkan segala perkataan yang tak sempat terucap dengan kata-kata karena saya seorang pendiam, tapi bukan seorang bisu seribu kata. Banyak penyakit dengan orientasi yang berbeda terjadi begitu cepat. Itulah yang membuatku tak diam dalam menggerakkan indera tangan, meluapkan emosi dalam jiwa, memasukkan segala pemikiran ke dalam bentuk hitam di atas putih yang menjadi bagian tak terpisahkan dari diri saya ini.

Ada lagi yang menumbuhkan penyakit haram itu, tak sengaja aku melihatnya penuh kegeraman, ingin saja aku menghantamnya. Tapi itu bukan saya, jika tak ada alasan kuat. Kalau masih ada waktu, saya ingin yang menyebarkan penyakit haram itu, mohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Yang Maha Pengampun segala dosa.

Tapi, jika engkau tak mampu melakukan itu, maka saya doakan semoga engkau wahai manusia yang menyebarkan penyakit haram itu, sehat selalu dan kembali ke jalan yang benar. Penyakit haram itu lahir dari kegagalan dirinya berkomunikasi terhadap yang lainnya. Maka disorientasi terus meluap dalam jiwanya padahal itu bisa disembuhkan. Ia hanya butuh dukungan moril baik dari keluarga maupun kawan seperjuangannya.

Tapi, jika diluapkan lewat media, maka harus disembuhkan dan dicerahkan lewat media juga. Akan berisi baik pula jika ia berubah, tapi berisi buruk dan berbahaya jika ia mendukung kejahatan itu.

Yang berpenyakit haram itu, anda adalah manusia yang butuh teman untuk sembuh dan bangkit berjuang untuk lurus kembali. Saya ingin anda sembuh, dan sepertinya anda adalah orang baik. Tapi jika berkeras hati, saya akan melawannya dengan cara apapun, sampai kebenaran mengalahkan penyakit haram yang engkau alami itu untuk selamanya.

Wassalamu'alaykum

@akbarsaladin36

Saturday, March 2, 2019

Untitled 34

Assalamu'alaykum

Untuk kamu, banyak hal yang perlu dipelajari dengan cara membersamai orang baik, bahkan sejak kecil pun tetaplah berbuat baik. Bagaimanapun dirimu, sebandel-bandelnya anak kecil, engkau akan ingat bahwa menjadi lebih baik bukan hanya sekedar kewajiban, tapi lebih dari sebuah kebiasaan yang tiada habisnya.

Kita akan bertemu pada waktunya. Saat kebaikan ini menurun kepadamu, saya akan terus bersamamu. Sebaiknya engkau tetap bahagia, walaupun hatimu menangis sejadi-jadinya. Teruslah mencari barokah, bukan untuk menjadi mewah.

Hiduplah dengan menjadi lebih baik, sesuai dengan kemampuanmu sendiri, kamu tidak akan pernah sendirian. Dewasa nanti, sebuah pelajaran besar akan menghampirimu, ternyata di dunia ini tujuannya untuk menjadi lebih baik.

Wassalamu'alaykum

@akbarsaladin36

Friday, February 22, 2019

Untitled 33

Assalamu'alaykum

Sumber daya manusia yang telah terpengaruh dengan dakwah menunjukkan bahwa panggung untuk akhirnya mencapai puncak kemenangan akan segera didapat. Tapi, tidak akan pernah hilang kesombongan dan keserakahan untuk mendapatkan kemenangan bagi siapa saja, baik manusia yang mendapatkan keberkahan dakwah itu sendiri maupun tidak yang memulainya dengan syubhat dan kemesraan dengan penjahat berkuasa di negeri ini.

Apakah ini akan menjadi kemenangan yang hakiki ? Ya, bisa adalah jawabannya. Tapi bukan semudah itu mendapatkannya. Makanya, orang yang menjadi objek dakwah akan terus berubah seiring zaman. Apalagi milenial ini, ketokohannya adalah kekuatan baru yang diperhitungkan sampai hari ini. Tapi perlu dijadikan objek dakwah karena mereka aset penting keberlangsungan dakwah ini. Mereka berkuasa, berlipat ganda dan akan terus meramaikan suasana jika dakwah adalah sarana agung yang dibolehkan terbuka.

Maka orang yang terpengaruh dakwah harus didekati kembali. Mereka butuh kita. Hari ini, banyak emang yang masih melawan karena terancam akan tergantikan singgasana, itulah pemikiran orang ingin berkuasa, bukan memimpin dengan bijaksana. Tapi, fakta unggul dan bersaksi bahwa dakwah akan menjadi fondasi dan pedoman atau kunci kebesaran, kesejahteraan, kebijaksanaan dan juga kebahagiaan akan kebangkitan dakwah yang utama dan mempesona.

Wassalamu'alaykum

@akbarsaladin36

Thursday, January 31, 2019

Untitled 32

Assalamu'alaykum

Terpuaskan hasrat untuk tak lagi bercengkrama dengan kebatilan. Hingga begitu banyak harapan semu hingga jawaban nyata tak kunjung bertemu. Setiap banyak rayuan namun menjadi sebuah jawaban adalah sebuah kehinaan diri yang tak lagi harus dimudahkan.

Saya tetap janji bahwa malam penuh rahmat telah menjadi bagian yang tak tergariskan tidak hanya tinta di kertas tapi sontak penuh gejolak untuk kembali bergairah menuliskan sebuah cerita yang akan dikatakan sebagai cerita basa-basi namun berkreasi.

Apapun itu, terjawab setiap berjumpa diri dengan diri yang lain, bersama-sama terhanyut dalam obrolan berbentuk topik stagnan hingga "pembulyan" yang sebenar-benar hanya canda seorang teman dan sahabat setia dalam perjuangan.

Ya, kata-kata yang bersinggungan dengan harap bahwa tak panjang bicara adalah pengalihan yang dimaklumkan. Akan tetapi, jawaban itu tak berlaku baginya yang mau berusaha mendapatkannya kembali kenyataan itu.

Mudahkanlah, maka kita akan dimudahkan. Untuk hari ini.

Wassalamu'alaykum

@akbarsaladin36

Thursday, November 1, 2018

Untitled 31

Assalamu'alaykum

Adanya kekeliruan dalam memahami aturan berjamaah membuat semakin besar semangat dalam dirinya untuk mencari rumah baru. Kemudian, ia mulai menganggap bahwa rumah yang lama sudah lapuk dan tak layak huni. Namun, ia lupa bahwa aturan berjamaah sudah sedemikian rupa baku dan menyeluruh dalam hal apapun. Apa yang terjadi ? membuat gerakan baru dengan mengatasnamakan nasionalisme religius.

Narasi seorang petinggi (dulunya) menjadi sebuah cakupan bahkan pedoman kuat yang senantiasa meluapkan semangat mereka untuk bergairah demi mengejar cita-cita masa depan.

Mereka ini mudah terbakar dan tak sabar dengan apa yang terjadi sekarang ini. Maka, tak jarang ini menyimpang dalam hal berjamaah. Saya tidak ingin bermusuhan dengan sesama muslim karena telah dikatakan dengan jelas bahwa sesama muslim adalah saudara. Walaupun dengan mereka yang sampai hari ini telah tak bersama dalam garis lurus dan mencari rumah baru.

Saya berharap mereka tetap bergairah dan menjunjung tinggi agama dan menerangkan kembali kejamaahan walaupun peluangnya akan sangat kecil sekali. Setiap buku yang dibaca telah memuat histori atau sejarah keluarnya seseorang dari jamaah, dan salah satu contohnya adalah ini.

Mudah-mudahan rumah baru yang diidamkan itu masih bercahayakan aura rumah lama. Saya yakin sekali, ketika kebenaran dan kenyataan berdiri di depan mata mereka, maka akan ada dua pilihan, berhenti atau kembali.

@akbarsaladin36

Sunday, October 14, 2018

Gerakan

Assalamu'alaykum

Bagaimana gerakan yang sebenar-benar gerakan yang menjunjung tinggi dan menguatkan taat dan paham terhadap keputusan sebuah gerakan tersebut ?

Kita dituntut untuk melihat secara utuh kemana arah gerakan tersebut seperti tujuan,visi dan misinya. Karena dengan tiga hal itu, maka kita sudah tahu bagaimana pengaruh gerakan tersebut, apakah ia berada dalam bagian yang ikut memburukkan suasana dan berusaha meraih kekuasaan dengan hentakan keras, atau bagian yang ikut dalam menjunjung tinggi keadilan dan nilai hukum.

Begitu juga gerakan yang berdasar Alqur'an dan Hadits, sejatinya gerakan tersebut adalah mengedepankan kekuatan ruhiyah tanpa meninggalkan manajemen organisasi yang berlaku dalam dunia gerakan. Bahkan, jika gerakan tersebut akhirnya menjadi gerakan besar, itu semua adalah hasil jerih payah ruhiyah yang dikumpulkan dan dikuatkan oleh orang pertama yang terlibat dalam gerakan berasaskan Islam tersebut. Dan itu bagian yang sudah dibahas dalam buku yang bercerita secara jelas mengenai gerakan Islam.

Gerakan adalah sebuah kelompok yang siap sedia menaungi segala keluhan yang dihadapi oleh orang bawah yaitu masyarakat. Gerakan bukanlah tempat untuk ajang unjuk diri demi popularitas dan mencari uang semata. Gerakan adalah kuasa semua manusia yang diciptakan untuk mempengaruhi agar mereka sadar bahwa perjuangan dilakukan secara bersama-sama.

#SekedarBerbagi

Wednesday, October 10, 2018

Manusia Gendeng

Assalamu'alaykum

Manusia-manusia gendeng yang paling fenomenal adalah di Indonesia. Bukan dilihat dari kebodohannya, tapi sebuah kelahiran statement palsu yang terus membumi adalah ciri khas manusia gendeng menjalankan aksinya yang dianggap sembarangan.

Makanya beberapa pendapat yang dianggap logis secara pribadi tapi buruk dan hoax di mata yang lain adalah merupakan bagian dari rencana manusia gendeng tersebut untuk melancarkan aksinya, mendapatkan popularitas tapi tak tahu untuk apa dan berusaha membuat pembenaran demi pencitraan.

Tengok saja contoh kasus yang diantaranya diproses namun buntu rencana dan akhirnya dicabut dengan cara SP3, sehingga mengakibatkan kasus tersebut bakal dicabut karena tanpa bukti memadai. Sebelumnya, pihak sana yang saya anggap sebagai manusia gendeng tersebut melakukan manuver-manuver cepat untuk menangkap sang cahaya di Indonesia berkat aksi 411 dan 212 yang kini dianggap paling bersahabat dan damai di Indonesia.

Hari ini, manusia gendeng tersebut memiliki anak buah baru untuk bersembunyi dalam sebuah rangkaian cerita nyata yang tak bisa mereka ceritakan karena merupakan aib dan sebuah hal hina didalamnya. Karena kini yang mereka dapatkan adalah sebuah hal baru yang berujung ketakutan dan kepanikan yang tak terbendung lagi. Sudahlah, bagi manusia gendeng ini, jujurlah selagi masih eksis di Bumi Allah SWT ini.

Hidupmu tak akan tertebak, dan akan semakin menyakitkan sebelum sang "Pemimpin Hitam" hadir merasuk diri anda selamanya.

#SekedarBerbagi

Monday, October 8, 2018

Hoax dan Dampak Oposisi

Assalamu'alaykum

Beberapa hari yang lalu, Indonesia dikejutkan dengan kasus hoax yang dilakukan oleh RS. Padahal, beliau adalah ikon kritikus terhadap pemerintahan sekarang ini. Berawal dari sebuah foto yang beredar di media, muncullah berbagai opini yang terbagi antara yang benar dan salah. Hal ini sebenarnya bisa menjadi senjata mematikan untuk akhirnya menilai kebijakan yang diambil pemerintah. Tapi, di sisi lain bisa menjadi racun yang mematikan dan menyakitkan.

Tapi, bagi saya pribadi ada yang mengganjal. Dengan secepat kilat, RS ditangkap di bandara Soekarno Hatta Jakarta saat beliau ingin berangkat ke Chile. Bahkan bukti berupa alat elektronik dan berbagai dokumen penting seperti tabungan dan sebagainya dapat dimiliki dengan secepat kilat, beberapa hari setelah RS melakukan konferensi pers dengan agenda pengakuan yang pahit berujung penyebaran kabar hoax yang dilakukan olehnya.

Hal ini mungkin saja didapat dari kejadian saat RS berada di Danau Toba terkait jatuhnya kapal Sinar Bangun akibat dari over capacity penumpang. Di situlah hp beliau hilang dicuri. Kebetulan informasi ini saya dapat di IG.

Hoax memang menyakitkan. Tapi, apa jadinya jika dilakukan oleh seseorang yang mengagungkan kebenaran secara nyata yang menyebarkan hoax tersebut ? Tentu menjadi dampak terbesar bagi oposisi karena rentan menghancurkan elektabilitas dan menggunggulkan calon petahana yang rendah prestasi dan penuh keji dan otoriter kebijakannya.

Tapi, semua itu berubah begitu cepat. Seketika RS digantikan oleh seorang dokter muda berprestasi, sebut saja dokter GA. Milenial menjadi keunggulan besar buat oposisi kedepannya.

Jangan salah langkah dan buru-buru dalam menguak kebenaran. Memang, harus diganti secepatnya mengingat kerugian yang tidak sedikit dan dampak buruk buat negara. Tapi, perlu kesabaran dan strategi bagus untuk akhirnya mampu membangun mobilisasi pendukung yang kuat untuk menjatuhkan angkuhnya seorang penguasa.

#SekedarBerbagi

Boros

Assalamu'alaykum

Begitu borosnya pemerintah hingga tak sadar bahwa salah satu elemen penting dalam suatu bagian pemerintah yaitu menteri mengalami masa-masa yang sulit hingga terpaksa menciptakan jawaban ngawur yang mengakibatkan nilai negatif menjadi yang paling unggul dari pemerintahan sekarang ini.

Bahkan, suatu pertemuan besar antar lembaga besar dunia yaitu IMF dan Bank Dunia yang akan diadakan di Bali adalah contoh bagaimana pemerintah terlalu boros dalam membuat anggaran. Realisasinya adalah biaya persiapan untuk annual meeting itu hanya berkisar 566 milyar rupiah saja, dan anggaran yang disiapkan pemerintah berjumlah 856 milyar rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah kurang efektif dalam membuat anggaran, walaupun dengan pertemuan kelas dunia.

Disamping itu, sisa jika dikurangkan dari biaya yang seharusnya dikeluarkan dengan anggaran yang disiapkan adalah senilai 289 milyar rupiah. Namun, sisa uang tak cukup dialokasikan kemanapun, baik yang paling penting seperti pembangunan infrastruktur yang terkena dampak bencana hingga peningkatan ekonomi dan sosial.

Bencana di Lombok, Palu, dan Donggala adalah bagian yang harusnya paling besar dikeluarkan oleh negara selain beberapa kebijakan negara dalam mengalokasikan dananya secara merata ke berbagai sektor. Bahkan, kerugian pun bisa jadi ditaksir mencapai triliyunan rupiah akibat dampak bencana alam.

Seharusnya, pemerintah jangan menghamburkan uang untuk agenda yang semestinya bisa dipangkas anggarannya dan bahkan menurut saya, anggaran untuk pertemuan besar tersebut hanyalah berkisar tak lebih dari 800 milyar seperti yang terjadi sekarang ini.

Pemerintah juga harus bekerjasama dengan pengusaha baik dari UMKM maupun kalangan atas untuk akhirnya membantu mempersiapkan agenda besar ini.

#SekedarBerbagi

Monday, July 30, 2018

2019 : Pertarungan Besar

Assalamu'alaykum

Jikalau kamu sekalian, selaku pembaca sedang fokus pada tulisan ini maka saya berharap bahwa partisipasi terhadap opini publik dan pesta demokrasi tahun depan hingga seterusnya terus meningkat dengan baik dan tajam. Bersenjatakan laptop atau komputer, gadget, dan juga paket internet yang mumpuni, mari kita buat negeri ini penuh dengan kritikus ulung yang tak sekedar cakap dalam berkata di media sosial tapi bekerja nyata untuk pembangunan bangsa dan negara. 

Terutama pada tahun depan, riwayat-riwayat pahlawan dadakan bakalan lahir dari sebuah media sosial ataupun dunia maya secara luas yang terdiri dari netizen-netizen yang memiliki kritik-kritik tajam berdasar dengan fakta-fakta lapangan yang diakui sumbernya dan dapat dipertanggungjawabkan. Gerakan tagar atau hastag yang bersemedi dalam dunia maya begitu mengubah seluruh pemahaman dan gaya bahasa rakyat yang muda maupun tua. Sekalipun ia merupakan pengguna pemula, gak butuh waktu lama untuk akhirnya menjadi lasak dan cakap dalam menyampaikan pendapatnya untuk negara ini. 

Ratusan jiwa siap bermain dalam pertarungan besar menuju tahun 2019 yang penuh dengan seleksi dan tantangan besar yang sebenarnya akan menentukan mana pihak yang layak dianggap pejuang dan mana yang dianggap pecundang. Begitu juga dengan jarimu yang bergerak dengan handphone dan tak lepas darinya, maka ini adalah waktunya bergerilya mencari sebuah pilihan terbaik yang nantinya mempengaruhi lima tahun yang akan datang. Saya hanyalah penulis dengan berbagai opini yang lahir atas pengamatan visual yang didasari pada kebenaran yang sebenarnya. 

Maka, 2019 adalah bentuk sebuah pengujian diri yang begitu diam dan suka segan kepada orang lain. Terkadang, saya sendiri harus bersiap menghadapi gerakan orang diam yang tampang hanya pas mantap tapi indera berbicaranya begitu lantang dalam cakupan media sosial. Begitupun, saya mewaspadai dengan gerakan republik netizen yang mungkin saja sudah memiliki amunisi membangkitkan tokohnya yang disinyalir bakal menjadi pemimpin layak namun memiliki track record yang diakui bakal menghancurkan muka seluruh rakyat secara menusuk tanpa memikirkan apa yang dipikirkannya.

2019 adalah pertarungan besar. Layaknya anda akan terlihat betul manakala anda adalah orang yang berbicara aktif atau menonton dari layar lebar sambil memainkan peran aman tanpa sadar telah ada yang bersiap menghasut anda untuk memilih orang yang salah. Selamat bergerilya dan tetap jaga sportivitas politik serta bersatu meramaikan dunia maya yang didalamnya penuh kritikan yang membangun dan solusi yang mencerdaskan dan membangunkan negara yang tertidur dengan lelapnya.

Wassalamu'alaykum

@akbarsaladin36

Friday, July 27, 2018

Tujuan Utama

Assalamu'alaykum

Berbagai harapan yang selama ini telah ditargetkan selesai tahun ini bakal dibuat ulang. Bingung dan dilema aja manakala diri ini selalu minder terhadap keadaan yang terjadi. Buktinya, sudah tertinggal oleh banyak junior yang menyelesaikan kuliahnya dengan baik. Dibalik itu, adanya tujuan utama yang sebenarnya harus segera diselesaikan dalam tahun ini juga, yaitu melakukan seminar proposal.

Memang, ini begitu sulit manakala telah sering mendengar berbagai hadangan yang ada di depan mata. Administrasi yang banyak beserta dengan jarangnya "orang no.1" di prodi di fakultas tempat kuliah jarang dijumpai, kalaupun bisa, paling berakhir dengan shock therapy yang lumayan mengena di hati.

Sejalan atau tidak dalam menyelesaikan tujuan utama ini, tapi yang jelas akan terealisasi dalam waktu dekat ini. Betapa sedikitnya waktu tersisa dan tak bakal sadar kalau banyak pekerjaan besar yang sedang membutuhkan tenaga manusia. Itu saja.

Wassalamu'alaykum

@akbarsaladin36

Tuesday, July 17, 2018

Berjuang Menyambung Aspirasi Di Senayan

Assalamu'alaykum

Tepat pada hari ini, Selasa tanggal 17 Juli 2018 merupakan batas terakhir partai politik di seluruh Indonesia untuk akhirnya mendaftar calon legislatif untuk lembaga DPR atau Dewan Perwakilan Rakyat. Ini merupakan salah satu pemilihan yang patut untuk dijadikan sebuah momentum bagi seluruh rakyat Indonesia untuk akhirnya melihat calon-calon yang telah siap menyambung aspirasi rakyat yang selama ini terkurung dalam hati dan pikiran untuk diperjuangkan dan dilaksanakan di sebuah lembaga bergengsi yang konon telah berdiri sejak pasca kemerdekaan Indonesia tepatnya 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan No.56 Jakarta.

Begitu banyak yang antusias dimana partai politik dari termuda sampai yang telah bertanding selama hampir puluhan tahun lamanya mendaftar dan memberikan berkas calon yang sudah dipersiapkan lewat pembinaan mental, karakter, dan  kesadaran politik yang siap tempur melawan ketidakadilan dan kebenaran yang dijunjung tinggi. Dari berbagai partai, ada yang juga mencalonkan para artis yang konon pengalamannya perlu dipertanyakan. Padahal, begitu banyak kader dari berbagai partai politik yang sudah siap untuk dipertandingkan pada kontes demokrasi tingkat legislatif tersebut. Namun, itu semua kembali kepada keputusan teratas dari partai politik itu sendiri dan saya meyakini bahwa segala keputusan tersebut sudah matang dan tidak ada keraguan di dalamnya.

Batas pendaftaran calon legislatif untuk DPR yaitu pada hari ini sampai jam 24.00 WIB. Berdasarkan berita Republika yang ia lansir dari Antara, mengatakan bahwa baru dua partai politik yang hari ini telah mendaftar dan memberikan berkasnya kepada KPU. Telat atau cepat bukanlah sebuah patokan untuk merebut kemenangan. Setiap pihak pasti telah mempersiapkan kemampuannya dengan baik dan lebih dari itu, diperlukan pengorbanan besar untuk akhirnya bisa berjuang bersama rakyat dan berusaha memenangkan hati dan memberikan jawaban terbaik buat solusi negara yang ideal dan sejahtera.

Wassalamu'alaykum

@akbarsaladin36

Monday, July 16, 2018

Kebenaran dan Keadilan

Assalamu'alaykum

Begitu banyak yang diambil dalam setiap proses yang diusahakan secara fisik dan akal yang rasional dan realistis. Namun, jangan pernah mengesampingkan Tuhan yang menjadi landasan berkewajiban untuk hidup dalam kebenaran dan mengagungkan keadilan secara komperhensif. Bahkan, saat kita mengenal seorang Socrates, ia harus menelan racun cemara di depan publik akibat mempertahankan legitimasi kebenaran dan keadilan yang hakiki menurut yang ia dengar dan pelajari lewat dialog tanya-jawab yang berkesinambungan dengan kehidupan masa kini, masa abad ke-21 yang penuh dengan pencarian ilmu pengetahuan yang bernilai emas.

Tanpa semangat yang dilandasi dengan tujuan memperjuangkan kebenaran, maka akan lambat sekali jalan seseorang untuk akhirnya merdeka dan sadar diri atas kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan. Kini, terciptalah berbagai kebenaran yang konon telah diramalkan dan dianalisis lewat pakar-pakar muda bertalenta setingkat profesor yang telah mengkaji apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, terutama pada bab kebenaran dan keadilan. Lewat dua hal ini, maka bisa jadi manusia akan kehilangan dan memberontak untuk memperjuangkan sendiri, tanpa sadar akan terjadi sebuah hal yang berbahaya selanjutnya. 

Maka, banyak sekali kebenaran yang dibenar-benarkan, tapi di sisi lain ada kebenaran yang sebenar-benar kebenaran yang terjadi di depan mata. Bukan tidak mungkin, semua itu akan terwujud jika kita mengutamakan kata-kata Tuhan yang terdapat dalam kitab-kitab setiap agama dan saya sendiri memutuskan melihat sebuah kebenaran lewat Al-Qur'an yang istimewa, isi tak akan salah dan telah teruji betul dengan kisah-kisah nyata yang terjadi di masa lalu dan juga telah terjadi di masa kini, namun dengan jadwal dan kejadian yang berbeda.

Akankah dua hal tersebut yaitu kebenaran dan keadilan yang hakiki tersingkap dari jendela persembunyiannya di waktu dan tempat yang tepat ? Ataukah hal tersebut bakal digunakan untuk tujuan membangun istana komoditi kekuasaan dengan harta yang berlimpah ?

Lebih baik anda simpulkan sendiri dengan mengamati proses lewat kebenaran yang telah tersedia dengan jelas dan perlu diketahui bahwa kebenaran sesungguhnya yang saya jadikan kunci atau clue adalah kebenaran dari Tuhan yang telah diungkapkan oleh-Nya jauh sebelum anda hidup, bahkan anda saat itu belum menjadi sebuah makhluk yang sedang ditunggu dan berkompetisi dalam mendapatkan gelar juara untuk akhirnya bersiap menghadapi tantangan dunia yang menggelikan, menyenangkan, dan juga menantang diri untuk berbuat lebih banyak untuk kebenaran dan keadilan.

Wassalamu'alaykum

@akbarsaladin36