Selamat Datang Di Blog saya

Welcome to My Blog

Tuesday, March 19, 2019

Untitled 35

Assalamu'alaykum

Kusengaja mengeluarkan segala perkataan yang tak sempat terucap dengan kata-kata karena saya seorang pendiam, tapi bukan seorang bisu seribu kata. Banyak penyakit dengan orientasi yang berbeda terjadi begitu cepat. Itulah yang membuatku tak diam dalam menggerakkan indera tangan, meluapkan emosi dalam jiwa, memasukkan segala pemikiran ke dalam bentuk hitam di atas putih yang menjadi bagian tak terpisahkan dari diri saya ini.

Ada lagi yang menumbuhkan penyakit haram itu, tak sengaja aku melihatnya penuh kegeraman, ingin saja aku menghantamnya. Tapi itu bukan saya, jika tak ada alasan kuat. Kalau masih ada waktu, saya ingin yang menyebarkan penyakit haram itu, mohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Yang Maha Pengampun segala dosa.

Tapi, jika engkau tak mampu melakukan itu, maka saya doakan semoga engkau wahai manusia yang menyebarkan penyakit haram itu, sehat selalu dan kembali ke jalan yang benar. Penyakit haram itu lahir dari kegagalan dirinya berkomunikasi terhadap yang lainnya. Maka disorientasi terus meluap dalam jiwanya padahal itu bisa disembuhkan. Ia hanya butuh dukungan moril baik dari keluarga maupun kawan seperjuangannya.

Tapi, jika diluapkan lewat media, maka harus disembuhkan dan dicerahkan lewat media juga. Akan berisi baik pula jika ia berubah, tapi berisi buruk dan berbahaya jika ia mendukung kejahatan itu.

Yang berpenyakit haram itu, anda adalah manusia yang butuh teman untuk sembuh dan bangkit berjuang untuk lurus kembali. Saya ingin anda sembuh, dan sepertinya anda adalah orang baik. Tapi jika berkeras hati, saya akan melawannya dengan cara apapun, sampai kebenaran mengalahkan penyakit haram yang engkau alami itu untuk selamanya.

Wassalamu'alaykum

@akbarsaladin36

Saturday, March 2, 2019

Untitled 34

Assalamu'alaykum

Untuk kamu, banyak hal yang perlu dipelajari dengan cara membersamai orang baik, bahkan sejak kecil pun tetaplah berbuat baik. Bagaimanapun dirimu, sebandel-bandelnya anak kecil, engkau akan ingat bahwa menjadi lebih baik bukan hanya sekedar kewajiban, tapi lebih dari sebuah kebiasaan yang tiada habisnya.

Kita akan bertemu pada waktunya. Saat kebaikan ini menurun kepadamu, saya akan terus bersamamu. Sebaiknya engkau tetap bahagia, walaupun hatimu menangis sejadi-jadinya. Teruslah mencari barokah, bukan untuk menjadi mewah.

Hiduplah dengan menjadi lebih baik, sesuai dengan kemampuanmu sendiri, kamu tidak akan pernah sendirian. Dewasa nanti, sebuah pelajaran besar akan menghampirimu, ternyata di dunia ini tujuannya untuk menjadi lebih baik.

Wassalamu'alaykum

@akbarsaladin36

Friday, February 22, 2019

Untitled 33

Assalamu'alaykum

Sumber daya manusia yang telah terpengaruh dengan dakwah menunjukkan bahwa panggung untuk akhirnya mencapai puncak kemenangan akan segera didapat. Tapi, tidak akan pernah hilang kesombongan dan keserakahan untuk mendapatkan kemenangan bagi siapa saja, baik manusia yang mendapatkan keberkahan dakwah itu sendiri maupun tidak yang memulainya dengan syubhat dan kemesraan dengan penjahat berkuasa di negeri ini.

Apakah ini akan menjadi kemenangan yang hakiki ? Ya, bisa adalah jawabannya. Tapi bukan semudah itu mendapatkannya. Makanya, orang yang menjadi objek dakwah akan terus berubah seiring zaman. Apalagi milenial ini, ketokohannya adalah kekuatan baru yang diperhitungkan sampai hari ini. Tapi perlu dijadikan objek dakwah karena mereka aset penting keberlangsungan dakwah ini. Mereka berkuasa, berlipat ganda dan akan terus meramaikan suasana jika dakwah adalah sarana agung yang dibolehkan terbuka.

Maka orang yang terpengaruh dakwah harus didekati kembali. Mereka butuh kita. Hari ini, banyak emang yang masih melawan karena terancam akan tergantikan singgasana, itulah pemikiran orang ingin berkuasa, bukan memimpin dengan bijaksana. Tapi, fakta unggul dan bersaksi bahwa dakwah akan menjadi fondasi dan pedoman atau kunci kebesaran, kesejahteraan, kebijaksanaan dan juga kebahagiaan akan kebangkitan dakwah yang utama dan mempesona.

Wassalamu'alaykum

@akbarsaladin36

Thursday, January 31, 2019

Untitled 32

Assalamu'alaykum

Terpuaskan hasrat untuk tak lagi bercengkrama dengan kebatilan. Hingga begitu banyak harapan semu hingga jawaban nyata tak kunjung bertemu. Setiap banyak rayuan namun menjadi sebuah jawaban adalah sebuah kehinaan diri yang tak lagi harus dimudahkan.

Saya tetap janji bahwa malam penuh rahmat telah menjadi bagian yang tak tergariskan tidak hanya tinta di kertas tapi sontak penuh gejolak untuk kembali bergairah menuliskan sebuah cerita yang akan dikatakan sebagai cerita basa-basi namun berkreasi.

Apapun itu, terjawab setiap berjumpa diri dengan diri yang lain, bersama-sama terhanyut dalam obrolan berbentuk topik stagnan hingga "pembulyan" yang sebenar-benar hanya canda seorang teman dan sahabat setia dalam perjuangan.

Ya, kata-kata yang bersinggungan dengan harap bahwa tak panjang bicara adalah pengalihan yang dimaklumkan. Akan tetapi, jawaban itu tak berlaku baginya yang mau berusaha mendapatkannya kembali kenyataan itu.

Mudahkanlah, maka kita akan dimudahkan. Untuk hari ini.

Wassalamu'alaykum

@akbarsaladin36

Thursday, November 1, 2018

Untitled 31

Assalamu'alaykum

Adanya kekeliruan dalam memahami aturan berjamaah membuat semakin besar semangat dalam dirinya untuk mencari rumah baru. Kemudian, ia mulai menganggap bahwa rumah yang lama sudah lapuk dan tak layak huni. Namun, ia lupa bahwa aturan berjamaah sudah sedemikian rupa baku dan menyeluruh dalam hal apapun. Apa yang terjadi ? membuat gerakan baru dengan mengatasnamakan nasionalisme religius.

Narasi seorang petinggi (dulunya) menjadi sebuah cakupan bahkan pedoman kuat yang senantiasa meluapkan semangat mereka untuk bergairah demi mengejar cita-cita masa depan.

Mereka ini mudah terbakar dan tak sabar dengan apa yang terjadi sekarang ini. Maka, tak jarang ini menyimpang dalam hal berjamaah. Saya tidak ingin bermusuhan dengan sesama muslim karena telah dikatakan dengan jelas bahwa sesama muslim adalah saudara. Walaupun dengan mereka yang sampai hari ini telah tak bersama dalam garis lurus dan mencari rumah baru.

Saya berharap mereka tetap bergairah dan menjunjung tinggi agama dan menerangkan kembali kejamaahan walaupun peluangnya akan sangat kecil sekali. Setiap buku yang dibaca telah memuat histori atau sejarah keluarnya seseorang dari jamaah, dan salah satu contohnya adalah ini.

Mudah-mudahan rumah baru yang diidamkan itu masih bercahayakan aura rumah lama. Saya yakin sekali, ketika kebenaran dan kenyataan berdiri di depan mata mereka, maka akan ada dua pilihan, berhenti atau kembali.

@akbarsaladin36

Sunday, October 14, 2018

Gerakan

Assalamu'alaykum

Bagaimana gerakan yang sebenar-benar gerakan yang menjunjung tinggi dan menguatkan taat dan paham terhadap keputusan sebuah gerakan tersebut ?

Kita dituntut untuk melihat secara utuh kemana arah gerakan tersebut seperti tujuan,visi dan misinya. Karena dengan tiga hal itu, maka kita sudah tahu bagaimana pengaruh gerakan tersebut, apakah ia berada dalam bagian yang ikut memburukkan suasana dan berusaha meraih kekuasaan dengan hentakan keras, atau bagian yang ikut dalam menjunjung tinggi keadilan dan nilai hukum.

Begitu juga gerakan yang berdasar Alqur'an dan Hadits, sejatinya gerakan tersebut adalah mengedepankan kekuatan ruhiyah tanpa meninggalkan manajemen organisasi yang berlaku dalam dunia gerakan. Bahkan, jika gerakan tersebut akhirnya menjadi gerakan besar, itu semua adalah hasil jerih payah ruhiyah yang dikumpulkan dan dikuatkan oleh orang pertama yang terlibat dalam gerakan berasaskan Islam tersebut. Dan itu bagian yang sudah dibahas dalam buku yang bercerita secara jelas mengenai gerakan Islam.

Gerakan adalah sebuah kelompok yang siap sedia menaungi segala keluhan yang dihadapi oleh orang bawah yaitu masyarakat. Gerakan bukanlah tempat untuk ajang unjuk diri demi popularitas dan mencari uang semata. Gerakan adalah kuasa semua manusia yang diciptakan untuk mempengaruhi agar mereka sadar bahwa perjuangan dilakukan secara bersama-sama.

#SekedarBerbagi

Wednesday, October 10, 2018

Manusia Gendeng

Assalamu'alaykum

Manusia-manusia gendeng yang paling fenomenal adalah di Indonesia. Bukan dilihat dari kebodohannya, tapi sebuah kelahiran statement palsu yang terus membumi adalah ciri khas manusia gendeng menjalankan aksinya yang dianggap sembarangan.

Makanya beberapa pendapat yang dianggap logis secara pribadi tapi buruk dan hoax di mata yang lain adalah merupakan bagian dari rencana manusia gendeng tersebut untuk melancarkan aksinya, mendapatkan popularitas tapi tak tahu untuk apa dan berusaha membuat pembenaran demi pencitraan.

Tengok saja contoh kasus yang diantaranya diproses namun buntu rencana dan akhirnya dicabut dengan cara SP3, sehingga mengakibatkan kasus tersebut bakal dicabut karena tanpa bukti memadai. Sebelumnya, pihak sana yang saya anggap sebagai manusia gendeng tersebut melakukan manuver-manuver cepat untuk menangkap sang cahaya di Indonesia berkat aksi 411 dan 212 yang kini dianggap paling bersahabat dan damai di Indonesia.

Hari ini, manusia gendeng tersebut memiliki anak buah baru untuk bersembunyi dalam sebuah rangkaian cerita nyata yang tak bisa mereka ceritakan karena merupakan aib dan sebuah hal hina didalamnya. Karena kini yang mereka dapatkan adalah sebuah hal baru yang berujung ketakutan dan kepanikan yang tak terbendung lagi. Sudahlah, bagi manusia gendeng ini, jujurlah selagi masih eksis di Bumi Allah SWT ini.

Hidupmu tak akan tertebak, dan akan semakin menyakitkan sebelum sang "Pemimpin Hitam" hadir merasuk diri anda selamanya.

#SekedarBerbagi