Selamat Datang Di Blog saya

Welcome to My Blog

Thursday, November 1, 2018

Untitled 31

Assalamu'alaykum

Adanya kekeliruan dalam memahami aturan berjamaah membuat semakin besar semangat dalam dirinya untuk mencari rumah baru. Kemudian, ia mulai menganggap bahwa rumah yang lama sudah lapuk dan tak layak huni. Namun, ia lupa bahwa aturan berjamaah sudah sedemikian rupa baku dan menyeluruh dalam hal apapun. Apa yang terjadi ? membuat gerakan baru dengan mengatasnamakan nasionalisme religius.

Narasi seorang petinggi (dulunya) menjadi sebuah cakupan bahkan pedoman kuat yang senantiasa meluapkan semangat mereka untuk bergairah demi mengejar cita-cita masa depan.

Mereka ini mudah terbakar dan tak sabar dengan apa yang terjadi sekarang ini. Maka, tak jarang ini menyimpang dalam hal berjamaah. Saya tidak ingin bermusuhan dengan sesama muslim karena telah dikatakan dengan jelas bahwa sesama muslim adalah saudara. Walaupun dengan mereka yang sampai hari ini telah tak bersama dalam garis lurus dan mencari rumah baru.

Saya berharap mereka tetap bergairah dan menjunjung tinggi agama dan menerangkan kembali kejamaahan walaupun peluangnya akan sangat kecil sekali. Setiap buku yang dibaca telah memuat histori atau sejarah keluarnya seseorang dari jamaah, dan salah satu contohnya adalah ini.

Mudah-mudahan rumah baru yang diidamkan itu masih bercahayakan aura rumah lama. Saya yakin sekali, ketika kebenaran dan kenyataan berdiri di depan mata mereka, maka akan ada dua pilihan, berhenti atau kembali.

@akbarsaladin36

Sunday, October 14, 2018

Gerakan

Assalamu'alaykum

Bagaimana gerakan yang sebenar-benar gerakan yang menjunjung tinggi dan menguatkan taat dan paham terhadap keputusan sebuah gerakan tersebut ?

Kita dituntut untuk melihat secara utuh kemana arah gerakan tersebut seperti tujuan,visi dan misinya. Karena dengan tiga hal itu, maka kita sudah tahu bagaimana pengaruh gerakan tersebut, apakah ia berada dalam bagian yang ikut memburukkan suasana dan berusaha meraih kekuasaan dengan hentakan keras, atau bagian yang ikut dalam menjunjung tinggi keadilan dan nilai hukum.

Begitu juga gerakan yang berdasar Alqur'an dan Hadits, sejatinya gerakan tersebut adalah mengedepankan kekuatan ruhiyah tanpa meninggalkan manajemen organisasi yang berlaku dalam dunia gerakan. Bahkan, jika gerakan tersebut akhirnya menjadi gerakan besar, itu semua adalah hasil jerih payah ruhiyah yang dikumpulkan dan dikuatkan oleh orang pertama yang terlibat dalam gerakan berasaskan Islam tersebut. Dan itu bagian yang sudah dibahas dalam buku yang bercerita secara jelas mengenai gerakan Islam.

Gerakan adalah sebuah kelompok yang siap sedia menaungi segala keluhan yang dihadapi oleh orang bawah yaitu masyarakat. Gerakan bukanlah tempat untuk ajang unjuk diri demi popularitas dan mencari uang semata. Gerakan adalah kuasa semua manusia yang diciptakan untuk mempengaruhi agar mereka sadar bahwa perjuangan dilakukan secara bersama-sama.

#SekedarBerbagi

Wednesday, October 10, 2018

Manusia Gendeng

Assalamu'alaykum

Manusia-manusia gendeng yang paling fenomenal adalah di Indonesia. Bukan dilihat dari kebodohannya, tapi sebuah kelahiran statement palsu yang terus membumi adalah ciri khas manusia gendeng menjalankan aksinya yang dianggap sembarangan.

Makanya beberapa pendapat yang dianggap logis secara pribadi tapi buruk dan hoax di mata yang lain adalah merupakan bagian dari rencana manusia gendeng tersebut untuk melancarkan aksinya, mendapatkan popularitas tapi tak tahu untuk apa dan berusaha membuat pembenaran demi pencitraan.

Tengok saja contoh kasus yang diantaranya diproses namun buntu rencana dan akhirnya dicabut dengan cara SP3, sehingga mengakibatkan kasus tersebut bakal dicabut karena tanpa bukti memadai. Sebelumnya, pihak sana yang saya anggap sebagai manusia gendeng tersebut melakukan manuver-manuver cepat untuk menangkap sang cahaya di Indonesia berkat aksi 411 dan 212 yang kini dianggap paling bersahabat dan damai di Indonesia.

Hari ini, manusia gendeng tersebut memiliki anak buah baru untuk bersembunyi dalam sebuah rangkaian cerita nyata yang tak bisa mereka ceritakan karena merupakan aib dan sebuah hal hina didalamnya. Karena kini yang mereka dapatkan adalah sebuah hal baru yang berujung ketakutan dan kepanikan yang tak terbendung lagi. Sudahlah, bagi manusia gendeng ini, jujurlah selagi masih eksis di Bumi Allah SWT ini.

Hidupmu tak akan tertebak, dan akan semakin menyakitkan sebelum sang "Pemimpin Hitam" hadir merasuk diri anda selamanya.

#SekedarBerbagi

Monday, October 8, 2018

Hoax dan Dampak Oposisi

Assalamu'alaykum

Beberapa hari yang lalu, Indonesia dikejutkan dengan kasus hoax yang dilakukan oleh RS. Padahal, beliau adalah ikon kritikus terhadap pemerintahan sekarang ini. Berawal dari sebuah foto yang beredar di media, muncullah berbagai opini yang terbagi antara yang benar dan salah. Hal ini sebenarnya bisa menjadi senjata mematikan untuk akhirnya menilai kebijakan yang diambil pemerintah. Tapi, di sisi lain bisa menjadi racun yang mematikan dan menyakitkan.

Tapi, bagi saya pribadi ada yang mengganjal. Dengan secepat kilat, RS ditangkap di bandara Soekarno Hatta Jakarta saat beliau ingin berangkat ke Chile. Bahkan bukti berupa alat elektronik dan berbagai dokumen penting seperti tabungan dan sebagainya dapat dimiliki dengan secepat kilat, beberapa hari setelah RS melakukan konferensi pers dengan agenda pengakuan yang pahit berujung penyebaran kabar hoax yang dilakukan olehnya.

Hal ini mungkin saja didapat dari kejadian saat RS berada di Danau Toba terkait jatuhnya kapal Sinar Bangun akibat dari over capacity penumpang. Di situlah hp beliau hilang dicuri. Kebetulan informasi ini saya dapat di IG.

Hoax memang menyakitkan. Tapi, apa jadinya jika dilakukan oleh seseorang yang mengagungkan kebenaran secara nyata yang menyebarkan hoax tersebut ? Tentu menjadi dampak terbesar bagi oposisi karena rentan menghancurkan elektabilitas dan menggunggulkan calon petahana yang rendah prestasi dan penuh keji dan otoriter kebijakannya.

Tapi, semua itu berubah begitu cepat. Seketika RS digantikan oleh seorang dokter muda berprestasi, sebut saja dokter GA. Milenial menjadi keunggulan besar buat oposisi kedepannya.

Jangan salah langkah dan buru-buru dalam menguak kebenaran. Memang, harus diganti secepatnya mengingat kerugian yang tidak sedikit dan dampak buruk buat negara. Tapi, perlu kesabaran dan strategi bagus untuk akhirnya mampu membangun mobilisasi pendukung yang kuat untuk menjatuhkan angkuhnya seorang penguasa.

#SekedarBerbagi

Boros

Assalamu'alaykum

Begitu borosnya pemerintah hingga tak sadar bahwa salah satu elemen penting dalam suatu bagian pemerintah yaitu menteri mengalami masa-masa yang sulit hingga terpaksa menciptakan jawaban ngawur yang mengakibatkan nilai negatif menjadi yang paling unggul dari pemerintahan sekarang ini.

Bahkan, suatu pertemuan besar antar lembaga besar dunia yaitu IMF dan Bank Dunia yang akan diadakan di Bali adalah contoh bagaimana pemerintah terlalu boros dalam membuat anggaran. Realisasinya adalah biaya persiapan untuk annual meeting itu hanya berkisar 566 milyar rupiah saja, dan anggaran yang disiapkan pemerintah berjumlah 856 milyar rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah kurang efektif dalam membuat anggaran, walaupun dengan pertemuan kelas dunia.

Disamping itu, sisa jika dikurangkan dari biaya yang seharusnya dikeluarkan dengan anggaran yang disiapkan adalah senilai 289 milyar rupiah. Namun, sisa uang tak cukup dialokasikan kemanapun, baik yang paling penting seperti pembangunan infrastruktur yang terkena dampak bencana hingga peningkatan ekonomi dan sosial.

Bencana di Lombok, Palu, dan Donggala adalah bagian yang harusnya paling besar dikeluarkan oleh negara selain beberapa kebijakan negara dalam mengalokasikan dananya secara merata ke berbagai sektor. Bahkan, kerugian pun bisa jadi ditaksir mencapai triliyunan rupiah akibat dampak bencana alam.

Seharusnya, pemerintah jangan menghamburkan uang untuk agenda yang semestinya bisa dipangkas anggarannya dan bahkan menurut saya, anggaran untuk pertemuan besar tersebut hanyalah berkisar tak lebih dari 800 milyar seperti yang terjadi sekarang ini.

Pemerintah juga harus bekerjasama dengan pengusaha baik dari UMKM maupun kalangan atas untuk akhirnya membantu mempersiapkan agenda besar ini.

#SekedarBerbagi

Monday, July 30, 2018

2019 : Pertarungan Besar

Assalamu'alaykum

Jikalau kamu sekalian, selaku pembaca sedang fokus pada tulisan ini maka saya berharap bahwa partisipasi terhadap opini publik dan pesta demokrasi tahun depan hingga seterusnya terus meningkat dengan baik dan tajam. Bersenjatakan laptop atau komputer, gadget, dan juga paket internet yang mumpuni, mari kita buat negeri ini penuh dengan kritikus ulung yang tak sekedar cakap dalam berkata di media sosial tapi bekerja nyata untuk pembangunan bangsa dan negara. 

Terutama pada tahun depan, riwayat-riwayat pahlawan dadakan bakalan lahir dari sebuah media sosial ataupun dunia maya secara luas yang terdiri dari netizen-netizen yang memiliki kritik-kritik tajam berdasar dengan fakta-fakta lapangan yang diakui sumbernya dan dapat dipertanggungjawabkan. Gerakan tagar atau hastag yang bersemedi dalam dunia maya begitu mengubah seluruh pemahaman dan gaya bahasa rakyat yang muda maupun tua. Sekalipun ia merupakan pengguna pemula, gak butuh waktu lama untuk akhirnya menjadi lasak dan cakap dalam menyampaikan pendapatnya untuk negara ini. 

Ratusan jiwa siap bermain dalam pertarungan besar menuju tahun 2019 yang penuh dengan seleksi dan tantangan besar yang sebenarnya akan menentukan mana pihak yang layak dianggap pejuang dan mana yang dianggap pecundang. Begitu juga dengan jarimu yang bergerak dengan handphone dan tak lepas darinya, maka ini adalah waktunya bergerilya mencari sebuah pilihan terbaik yang nantinya mempengaruhi lima tahun yang akan datang. Saya hanyalah penulis dengan berbagai opini yang lahir atas pengamatan visual yang didasari pada kebenaran yang sebenarnya. 

Maka, 2019 adalah bentuk sebuah pengujian diri yang begitu diam dan suka segan kepada orang lain. Terkadang, saya sendiri harus bersiap menghadapi gerakan orang diam yang tampang hanya pas mantap tapi indera berbicaranya begitu lantang dalam cakupan media sosial. Begitupun, saya mewaspadai dengan gerakan republik netizen yang mungkin saja sudah memiliki amunisi membangkitkan tokohnya yang disinyalir bakal menjadi pemimpin layak namun memiliki track record yang diakui bakal menghancurkan muka seluruh rakyat secara menusuk tanpa memikirkan apa yang dipikirkannya.

2019 adalah pertarungan besar. Layaknya anda akan terlihat betul manakala anda adalah orang yang berbicara aktif atau menonton dari layar lebar sambil memainkan peran aman tanpa sadar telah ada yang bersiap menghasut anda untuk memilih orang yang salah. Selamat bergerilya dan tetap jaga sportivitas politik serta bersatu meramaikan dunia maya yang didalamnya penuh kritikan yang membangun dan solusi yang mencerdaskan dan membangunkan negara yang tertidur dengan lelapnya.

Wassalamu'alaykum

@akbarsaladin36

Friday, July 27, 2018

Tujuan Utama

Assalamu'alaykum

Berbagai harapan yang selama ini telah ditargetkan selesai tahun ini bakal dibuat ulang. Bingung dan dilema aja manakala diri ini selalu minder terhadap keadaan yang terjadi. Buktinya, sudah tertinggal oleh banyak junior yang menyelesaikan kuliahnya dengan baik. Dibalik itu, adanya tujuan utama yang sebenarnya harus segera diselesaikan dalam tahun ini juga, yaitu melakukan seminar proposal.

Memang, ini begitu sulit manakala telah sering mendengar berbagai hadangan yang ada di depan mata. Administrasi yang banyak beserta dengan jarangnya "orang no.1" di prodi di fakultas tempat kuliah jarang dijumpai, kalaupun bisa, paling berakhir dengan shock therapy yang lumayan mengena di hati.

Sejalan atau tidak dalam menyelesaikan tujuan utama ini, tapi yang jelas akan terealisasi dalam waktu dekat ini. Betapa sedikitnya waktu tersisa dan tak bakal sadar kalau banyak pekerjaan besar yang sedang membutuhkan tenaga manusia. Itu saja.

Wassalamu'alaykum

@akbarsaladin36