Selamat Datang Di Blog saya

Welcome to My Blog

Sunday, December 1, 2019

Untitled 39

Assalamu'alaykum

Usiaku sudah begitu matang untuk melangkah ke arah yang lebih menantang lagi. Hanya saja jabatan yang kupegang hanyalah sebagai pengangguran pemula, baru sidang dari ujian skripsi dan menghirup kebebasan yang tak ada habisnya diberikan kepadaku sebagai seorang mantan mahasiswa yang telah melepas almamaternya. Saya hanya menunggu wisuda yang jatuh dalam 2 bulan lagi. Belum lagi, pengangguran masih menguasai diriku dan memiliki beban untuk harus mencari pekerjaan tetap agar tidak dianggap manja dan suka meminta uang jajan kepada orang tua.

Bagiku, perjalanan ini sepertinya akan menantang. Terlalu formal, bukan menantang lagi melainkan rumit dan terlalu banyak halangannya. Apapun yang akan terjadi, saya harus terlibat dalam setiap catatan-catatan pekerjaan yang akan saya dapatkan. Pengalaman adalah guru yang akan membimbingku kali ini. Saya harus mencari "guru" itu sendiri, tanpa teman yang selama ini bisa kuhubungi setiap saat. Kesendirian akan menemaniku kembali, walaupun kekuatan doa orangtua masih menghiasi perjuanganku kali.

Terlalu absurd dalam menulis kali ini. Tiada gagasan dan solusi didalamnya. Mudah-mudahan hanya bagian dari olahraga tangan saja. Karena petualanganku sebagai seorang sarjana telah dimulai.

@akbarsaladin36

Wednesday, May 22, 2019

Untitled 38

Assalamu'alaikum

"Wa makaru wa makarallah wahuwa khairul makirin"

Atas penggalan ayat dalam Alqur'an inilah, pertanda makar besar manusia akan dikalahkan oleh makar-Nya Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sebulan telah berselang menjalani pesta demokrasi penuh drama dan ironi. Sudah banyak keluhan berdasarkan fakta yang ada, tapi nyatanya tidak mendapat titik terang yang memihak kepada rakyat.

Kepemimpinan pada masa kini lebih buruk dari orde baru. Apa sebabnya ? Maka begitu banyak kejanggalan-kejanggalan yang dilakukan oleh rezim tidak mampu diusut, kasusnya langsung menguap begitu saja tanpa kabar berita. Bahkan, kekritisan seorang rakyat adalah lumrah dan seharusnya perlu dijadikan masukan kebaikan. Kini, sebaliknya mereka dianggap makar, itulah kebodohan yang hakiki.

Lalu, pembangunan yang telah dicanangkan berdasarkan progja yang banyak itu tidak mampu dikelola manajemennya melalui pembagian kerja pada menteri dengan kemampuannya masing-masing. Maka, kebijakan yang berlawanan dikeluarkan untuk sekedar menyelamatkan tapi menodai idealisme presiden itu sendiri maupun rakyat yang tinggal di dalamnya.

Kembali ke makar tadi, sekarang makar dalam bahasa dan terminologi yang seharusnya berbanding lurus dengan org yang jahat seperti disalahgunakan oleh rezim sekarang ini. Satu per satu, kekritisan seorang manusia dihabisi sehingga tak ada yang berani dan bertindak lagi untuk melawan rezim.

Beberapa minggu lalu, ditangkaplah orang-orang yang melawan dengan cara yang elegan dan menawan yang secara tidak langsung menurut mereka (rezim) adalah pendukung oposisi padahal mereka menjalankan yang seharusnya menjadi kewajiban manusia, yaitu kebebasan berekspresi.

Kini, gambaran makar menjadi bahasan kepada mereka yang melawan kezaliman dan kebiadaban. Yang pro-rezim sudah bebas melakukan sesukanya padahal menyeleweng, itulah yang harus diusut dan ditangkap. Tapi, penafsiran makar menjadi salah dan tak berarti lagi bagi yang melawan.

Maka dari itu, konsolidasi kekuatan yang membuktikan makar dibuat dengan sengaja oleh rezim jauh hari sudah menjadi prioritas pertama. Usaha dahulu mencari kebenarannya, sampai jelas dan tersusun rapi makar yang jahat dari mereka (rezim) itu.

Maka, pernah terlintas dalam fikiran saya, manakala melihat wawancara dalam sebuah televisi yang menampilkan dua bintang tamu yang berpengaruh hingga saat ini. Maka, almarhum Munir, saat itu penggiat HAM dan pendiri Kontras mengatakan bahwa, adanya suatu ruang kosong yang dalam ruang kosong itu tak bisa disentuh oleh siapapun, baik rakyat maupun rezim yang dimana adalah seperti "mastermind" atau dalang di balik pendukung rezim.

Selama 23 tahun hidup, saya hanya menunggu pemerintah yang sebenar-benar didukung oleh rakyat, hingga rakyat rela mati bersamanya, karena memperjuang kebenaran.

Tulisan ini masih berlanjut...

Wassalamu'alaykum

@akbarsaladin36

Tuesday, April 2, 2019

Untitled 37

Assalamu'alaikum

Tersebutlah, dimana seorang yang berada pada batas antara membangkang dan ketaatan menjalani sepenuh hati hidupnya yang berwarna itu. Maka, dengan gagahnya ia berkisah bahwa ia adalah bagian minoritas yang terasingkan dan dimusuhi oleh seluruh kalangan manusia.

Saya sebagai pengamat menilai bahwa ia hanya ingin dukungan untuk selamat dan sembuh dari "penyakit" itu. Penafsiran saya, ia perlu diluruskan jalan hidupnya yang diisi oleh kebosanan seorang manusia yang amat berbeda. Rasa candu berlebih disertai pemuas nafsu yang tiada henti memaksimalkan diri menjadi seorang yang ingin disokong dan dijunjung untuk setara dengan saya maupun manusia lainnya.

Saya habis kata2 untuk melihat orang ini, tapi tak habis fikir dan juga zikir untuk melawan manusia fakir nan pemilik sifat kafir yang melengket padanya. Melawannya sendirian tak maksimal seorang diri, perlu massa yang kemudian bersepakat dan setia sekata menjatuhkan dan membebaskan mereka dari "kefakiran yang kafir itu".

Sodom hanya pelajaran besar di antara pelajaran besar lainnya, sifat mereka menurun hingga kini. Maka, Luth disuruh menghindar, dan Sodom hanya menjadi bagian sejarah yang dijadikan pelajaran kini. Tak sekedar sirah, ia adalah sejarah yang tak lekang zaman.

Kembali kepada kawan itu tadi, minoritas adalah sifat kehilangan yang mudah tampak, padahal ia butuh dukungan. Dukungan bukan untuk menyetujui perilakunya, tapi menyelamatkan ia  dari "penyakit" ini. Silahkan tafsir sendiri.

Wassalamu'alaykum

@akbarsaladin36

Tuesday, March 19, 2019

Untitled 36

Assalamu'alaykum

Selandia Baru berduka, seorang ekstremis kulit putih kanan berinisal BT melakukan pembunuhan terencana, namun targetnya adalah orang baik. Targetnya adalah muslim yang melaksanakan shalat Jum'at kala itu, terancam akan kehadirannya. Tapi, ada yang saya jadikan inspirasi, pertemuan seorang  kakek untuk akhirnya meredam pembunuhan tersebut akhirnya pupus. Padahal, ia sangat baik, hanya mengucapkan "Hello Brother".

49 orang terbunuh di beberapa masjid salah satunya masjid An-Noor Selandia Baru. Dikenal dengan toleransi paling tinggi terkait kerukunan beragama, sang pelaku ingin membangkitkan eksistensi supremasi kulit putih. Caranya salah, tapi justru menambah rasa penasaran para orang awam di seluruh dunia terutama di Selandia Baru itu sendiri.

Berbagai kecaman telah siap disebarkan pada teroris ini, mereka ternyata berempat, tapi pupus harapan mereka karena telah tertangkap oleh polisi pemberani. Semakin anda jelekkan Islam, wahai yang ingin mengusik Islam, maka berlipat gandalah orang atau manusia untuk mencari tahu agama ini. Begitulah Islam, kesempurnaan agamanya tak perlu ditanyakan lagi.

Sekarang, jumlah umat Islam semakin berlipat​ ganda, karunia Allah Subhanahu Wa Ta'ala terus terkirim dan tersampaikan kepada orang yang beriman, berakal, berpikir, dan berhati nurani. Mereka, syuhada yang telah menjadi bagian kekuatan yang tersalurkan kepada kami, umat muslim hari ini akan selalu diingat dan kisah mereka akan jadi cerita bersambung yang luar biasa buat masa depan kelak.

Baru Selandia Baru yang bergemuruh duka dan kasih sayang tercurahkan kepada mereka, umat muslim yang pemberani. Sebelumnya, berbagai kisah menarik perjuangan umat muslim di seluruh dunia sedang terjadi dan belum berakhir.

Wassalamu'alaykum

@akbarsaladin36

Untitled 35

Assalamu'alaykum

Kusengaja mengeluarkan segala perkataan yang tak sempat terucap dengan kata-kata karena saya seorang pendiam, tapi bukan seorang bisu seribu kata. Banyak penyakit dengan orientasi yang berbeda terjadi begitu cepat. Itulah yang membuatku tak diam dalam menggerakkan indera tangan, meluapkan emosi dalam jiwa, memasukkan segala pemikiran ke dalam bentuk hitam di atas putih yang menjadi bagian tak terpisahkan dari diri saya ini.

Ada lagi yang menumbuhkan penyakit haram itu, tak sengaja aku melihatnya penuh kegeraman, ingin saja aku menghantamnya. Tapi itu bukan saya, jika tak ada alasan kuat. Kalau masih ada waktu, saya ingin yang menyebarkan penyakit haram itu, mohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Yang Maha Pengampun segala dosa.

Tapi, jika engkau tak mampu melakukan itu, maka saya doakan semoga engkau wahai manusia yang menyebarkan penyakit haram itu, sehat selalu dan kembali ke jalan yang benar. Penyakit haram itu lahir dari kegagalan dirinya berkomunikasi terhadap yang lainnya. Maka disorientasi terus meluap dalam jiwanya padahal itu bisa disembuhkan. Ia hanya butuh dukungan moril baik dari keluarga maupun kawan seperjuangannya.

Tapi, jika diluapkan lewat media, maka harus disembuhkan dan dicerahkan lewat media juga. Akan berisi baik pula jika ia berubah, tapi berisi buruk dan berbahaya jika ia mendukung kejahatan itu.

Yang berpenyakit haram itu, anda adalah manusia yang butuh teman untuk sembuh dan bangkit berjuang untuk lurus kembali. Saya ingin anda sembuh, dan sepertinya anda adalah orang baik. Tapi jika berkeras hati, saya akan melawannya dengan cara apapun, sampai kebenaran mengalahkan penyakit haram yang engkau alami itu untuk selamanya.

Wassalamu'alaykum

@akbarsaladin36

Saturday, March 2, 2019

Untitled 34

Assalamu'alaykum

Untuk kamu, banyak hal yang perlu dipelajari dengan cara membersamai orang baik, bahkan sejak kecil pun tetaplah berbuat baik. Bagaimanapun dirimu, sebandel-bandelnya anak kecil, engkau akan ingat bahwa menjadi lebih baik bukan hanya sekedar kewajiban, tapi lebih dari sebuah kebiasaan yang tiada habisnya.

Kita akan bertemu pada waktunya. Saat kebaikan ini menurun kepadamu, saya akan terus bersamamu. Sebaiknya engkau tetap bahagia, walaupun hatimu menangis sejadi-jadinya. Teruslah mencari barokah, bukan untuk menjadi mewah.

Hiduplah dengan menjadi lebih baik, sesuai dengan kemampuanmu sendiri, kamu tidak akan pernah sendirian. Dewasa nanti, sebuah pelajaran besar akan menghampirimu, ternyata di dunia ini tujuannya untuk menjadi lebih baik.

Wassalamu'alaykum

@akbarsaladin36

Friday, February 22, 2019

Untitled 33

Assalamu'alaykum

Sumber daya manusia yang telah terpengaruh dengan dakwah menunjukkan bahwa panggung untuk akhirnya mencapai puncak kemenangan akan segera didapat. Tapi, tidak akan pernah hilang kesombongan dan keserakahan untuk mendapatkan kemenangan bagi siapa saja, baik manusia yang mendapatkan keberkahan dakwah itu sendiri maupun tidak yang memulainya dengan syubhat dan kemesraan dengan penjahat berkuasa di negeri ini.

Apakah ini akan menjadi kemenangan yang hakiki ? Ya, bisa adalah jawabannya. Tapi bukan semudah itu mendapatkannya. Makanya, orang yang menjadi objek dakwah akan terus berubah seiring zaman. Apalagi milenial ini, ketokohannya adalah kekuatan baru yang diperhitungkan sampai hari ini. Tapi perlu dijadikan objek dakwah karena mereka aset penting keberlangsungan dakwah ini. Mereka berkuasa, berlipat ganda dan akan terus meramaikan suasana jika dakwah adalah sarana agung yang dibolehkan terbuka.

Maka orang yang terpengaruh dakwah harus didekati kembali. Mereka butuh kita. Hari ini, banyak emang yang masih melawan karena terancam akan tergantikan singgasana, itulah pemikiran orang ingin berkuasa, bukan memimpin dengan bijaksana. Tapi, fakta unggul dan bersaksi bahwa dakwah akan menjadi fondasi dan pedoman atau kunci kebesaran, kesejahteraan, kebijaksanaan dan juga kebahagiaan akan kebangkitan dakwah yang utama dan mempesona.

Wassalamu'alaykum

@akbarsaladin36