Selamat Datang Di Blog saya

Welcome to My Blog

Saturday, October 29, 2016

Urgensi

Assalamu'alaykum.Wr.Wb

Sepintas, kita sering mengerjakan sesuatu yang sudah direncanakan sebelumnya. Dan tiba2 ada amanah atau kerjaan yang datang kepada kita di waktu yang tak terduga. Sudah bisa kita pastikan bahwa ada dua pekerjaan yang harus diselesaikan. Namun, pengaruhnya sangat menentukan keberadaan ataupun keadaan kita selanjutnya. Itulah Urgensi.

Kita sering mengatakan bahwa urgensi sangat erat kaitannya dengan pekerjaan yang diemban. Contohnya, urgensi dalam memancing ikan adalah untuk dimakan ataupun dijual. Urgensi juga harus diperkuat dengan bukti2 yang rasional dan sesuai dengan realita.

Ada segudang pekerjaan atau amanah yang urgensinya sangat penting dalam pemikiran kita. Tapi di sisi lain, ada satu pekerjaan lain yang urgensinya akan berpengaruh terhadap hidup kita di masa depan.

Itulah urgensi. Sepintas ada 7 huruf dalam kata tersebut. Tapi, itu merupakan unsur penting dalam bergerak bagi kita. Karena tanpa urgensi, pekerjaan itu tidaklah bernilai dan sekedar formalitas. Dan bisa jadi, untuk tujuan tertentu biar diakui dan dikenal oleh banyak orang.

Wassalamu'alaykum.Wr.Wb

- M.A.S -

#SekedarBerbagi

Kompetensi

Assalamu'alaykum.Wr.Wb

Dibalik hasil usaha kita dalam mencari ilmu pengetahuan, maka akan membuahkan hasil yang sangat berpengaruh keberlangsungan kecerdasan manusia di masa depan, sebut saja namanya kompetensi.

Manusia yang mempunyai kompetensi adalah manusia yang akan mengetahui apa yang akan dilakukan dan diselesaikan di masa kini agar kiranya generasi mendatang dapat menikmati hasil kerja keras mereka yang baik dan benar aplikasinya.

Otak kita dibuat untuk mengupgrade setiap apa yang kita lihat, baca, tulis, dan dengar sepanjang hidup ini.  Dapatkah kita gunakan untuk kebodohan dan keserakahan demi tujuan pribadi semata ? Bisa, bisa kali pun. Tapi dampaknya akan kembali pada dirimu sendiri, suatu saat akhirnya akan ketahuan juga.

Ini bukanlah sebuah fiksi yang dikemas rapi semata - mata untuk mencari keuntungan pribadi, tapi kompetensi adalah faktor penting kita dalam mencerdaskan mereka yang tertinggal, dan mengubah jalan pemikiran mereka agar sama dengan pemikiran kita, yaitu menuju kesejahteraan dan kemakmuran.

Rasulullah SAW sudah mengajarkan bagaimana menuntut ilmu itu, tanpa batas dan bisa di mana saja. Bahkan kata - katanya masih familiar di telinga saya, "Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina". Itu bukan hadist, itu adalah kata2 bijak yang beliau keluarkan dan wariskan kepada kita selaku generasi masa kini yang hidup pada hari ini.

Kita hidup bukan hanya sekedar belajar, tapi memahami dan mengamalkan adalah salah satu jawaban kita dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Begitu juga kompetensi, tanpa ini kita hanyalah manusia zaman batu yang hanya bisa meraba dan membuat suatu hal dengan menebak - nebak saja.

Semakin kita belajar, semakin banyak apa yang kita dapatkan, dan semakin dipahami, maka kuatlah pemahaman kita terhadap suatu ilmu yang kita pelajari. Maka lahirlah kompetensi itu sendiri.

Ada saatnya ketika kita selalu menjadi pembelajar, maka kita akan selalu lebih maju daripada yang lainnya. Itu nyata, ingin buktinya ? Sahabat - sahabat terdahulu telah membuktikannya, bahkan ilmuwan masa kini juga sudah malang melintang dalam mengaplikasikan dan membagikan ilmu pengetahuan yang mereka pelajari.

Insya Allah kamu juga pasti bisa jadi manusia yang mempunyai kompetensi yang mumpuni ke depannya. Gak perlu takut dan bimbang, karena Allah SWT akan selalu memudahkan orang-orang yang berilmu.

Wassalamu'alaykum.Wr.Wb

- M.A.S -

#SekedarBerbagi

Sabtu, 29 Oktober 2016

Assalamu'alaykum.Wr.Wb

Di balik sebuah nasehat, tersimpan sebuah wasiat. Agar kelak menjadi orang yang bermartabat.

Disamping itu, aku mengalami degradasi secara ruhiyah dan jasadiyah. Aku semakin tertinggal dari mereka, yang saat ini maju dengan langkah seribu meninggalkan diriku yang satu langkah saja sudah syukur.

Kemaksiatan masih melumuri kehidupanku. Dan hal - hal kecil sudah mulai dilanggar.

Kebohongan masih terlontar dari indera pengecapku hingga saat ini. Dan ketika di ujung hidup, apakah aku dapat menghapus kesalahan dan kemaksiatan itu ?

Kutulis di sebuah kertas, namun tak menemui jawaban. Malah menyimpang dari tujuan.

Kini, aku merasa berbenah dan keluar dari zona nyaman. Zona nyaman untuk berbuat dosa dan maksiat. Yah, godaan selalu saja hadir dalam hidup, tapi bisa diminimalisir.

Akademikku juga mulai kulatih. Bukan sekedar menjawab soal baru pulang, tapi berusaha memahami untuk tahun yang akan datang.

Ada banyak buku tersimpan rapi di dekatku. Dan hari itu, aku ingin menangis karena tak mampu menyelesaikannya satu per satu.

Dan 1/3 malam yang hilang ingin kuraih kembali. Sebab ketika ingin menangis dan merayu sang Pencipta, aku masih menahannya dan tak mampu mengeluarkan.

Masih ada lagi yaitu menulis. Sekarang ini, aku menulis bahkan di kamar mandi. Suatu hal yang cuma dilakukan oleh orang2 yang kufur ketika melakukan sesuatu bukan pada tempatnya.

Apakah sudah cukup ? Belum, masih belum. Aku masih minum berdiri, makan berdiri, bahkan masbug dalam sholat masih terjadi.

Tapi, kenapa ketika di kampus malah sebaliknya ? Pada hari ini kumencoba merenung dan meresapi diri ini baik2.

Kesalahan di masa lalu selalu hadir dalam hati yang paling dalam ini.

Aku tak ingin pulang cepat dari dunia ini, aku belum siap untuk menghadapmu Ya Rabb dengan lumuran dosa ini.

Bolehkah aku diberikan kesempatan sekali lagi ?

Bolehkah aku ingin menjadi "Iblis", yang selalu menggoda manusia untuk berbuat kebaikan dan amal ma'ruf nahi munkar?

Karena aku yakin, di sana sedang menunggu bunga matahari, yang selalu berdiri menunggu kebangkitanku menuju manusia menginspirasi.

Wassalamu'alaykum.Wr.Wb

- M.A.S -

#SekedarBerbagi

Friday, October 28, 2016

Jum'at, 28 Oktober 2016

Assalamu'alaykum.Wr.Wb

Terlalu dalam maknanya ketika kita melihatnya kini. Dimana sebuah peristiwa bersejarah telah terjadi dan bahkan mendarah daging pada diri kita, pemuda masa kini yang aktif dalam mengupgrade diri.

Hari ini, mereka menyebutnya sebagai hari " Sumpah Pemuda"..

Di sebuah tempat, mereka beikrar bahwa kita ada berbahasa satu, bertanah air satu, berbangsa satu, Bangsa Indonesia.

Negeri harapan dan impian yang terkadang prosesnya dihalangi oleh orang yang berorientasi pada kepentingan golongan.

Lahirnya pemuda bukan hanya menjawab tantangan masa kini, masa depan yang menunggu telah siap menyambut mereka sebagai pemenang.

Wassalamu'alaykum.Wr.Wb

-M.A.S-

#SekedarBerbagi

Thursday, October 27, 2016

Kamis, 27 Oktober 2016

Assalamu'alaykum.Wr.Wb

Selamat malam kawan - kawan. Kita dituntut untuk menjadi seorang penggerak berfikir strategis dan berorientasi pada sebuah hasil dan penambahan kualitas maupun kuantitas.

Banyaknya gerakan yang hari ini terbentuk sebenarnya memiliki jawaban dalam dua sisi. Sisi utama, dibentuk karena ingin melaksanakan agenda yang telah disusun untuk dicapai, tapi di sisi lain dibentuk karena terpaksa dengan contoh seperti untuk meramaikan dan merusuh.

Pada hari ini, gerakan - gerakan yang terbentuk karena dipaksakan tersebut mulai mendapatkan tempat di berbagai masyarakat. Tapi apakah mendapatkan terbaik dan terburuk, mari kembali kepada yang seharusnya menilai dan memilih, MASYARAKAT.

Wassalamu'alaykum.Wr.Wb

- M.A.S -

#SekedarBerbagi

Wednesday, August 10, 2016

Rabu, 10 Agustus 2016

Assalamu'alaikum.Wr.Wb

Nyanyian merdu dari langit membuatku kembali memflashback sebuah masa lalu diri ini. Berawal dari ketidaksenanganku terhadap global yang digunakan untuk merusak pemikiran manusia membuat dalam tangan dan mata serta otak ini ingin memilahnya dalam sebuah tulisan sederhana ala penulis pemula dari anak kemarin sore yang tergolong baru datang dari pengasingan..

Semula aku tidak begitu peduli dengan semua yang ada di sekelilingku. Terlebih aku juga adalah anak badung yang setengah bandal dan setengah baik. Tapi bergabung bersamamu dalam berfastabiqul khairat ria ini menjadi tolak ukur aku untuk menulis...

Menulis tentang apa2 aja yang menurutku perlu kutulis dan menulis tentang sebuah kebenaran yang toh akan dinilai oleh orang - orang yang memiliki random mind.

Semoga tidak salah aku hidup di jalan ini. Dan semoga masih tetap refresh dalam beramal baik demi sebuah hadiah kemenangan untuk akhirat kelak..

Insya Allah..

~M.A.S~

Monday, July 4, 2016

Senin, 04 Juli 2016

Assalamu'alaikum.Wr.Wb

Sebuah tradisi ketika rindu akan segala aktivitas yang dulu menjadi rutinitas di kampung halaman tercinta, yaitu MUDIK. Tak perlu dibahas ketika bertemu dengan hal seperti ini, karena seseorang yang merantau pasti akan merasakan betapa besar pengorbanan yang telah dia tumpahkan agar ia menjadi orang sukses di tempat ia bekerja, sekolah, dan lainnya. Maka hal ini dapat diselesaikan dengan kembali ke tempat ia lahir, besar, berkembang, dan belajar untuk pertama kalinya tentang arti kehidupan yang sesungguhnya. Sungguh kemuliaan terbesar bagi seorang perantau yang telah berubah menjadi lebih baik ketika ia memiliki visi dan misi yang besar untuk memajukan kota kelahirannya agar menjadi lebih sejahtera dari pada sebelumnya.

Dan sungguh kemuliaan juga ketika kita memperoleh prestasi yang membanggakan orangtua yang di kampung halamannya maupun kerabat2nya. Ini bukanlah semata - mata atas dasar ingin melakukan ghibah, tapi kiranya saya ingin memberikan pandangan bahwa jadi perantau amanahnya terlalu besar. Saking besarnya, kerinduan orang tua tidak akan pernah surut ditelan waktu.

Sungguh hebat perantau2 yang datang ke kota untuk mengubah nasibnya, dan sungguh hebatnya lagi ketika ia datang ke kota agar ingin kepribadiaanya menjadi lebih baik lagi. Ada segudang cerita mengenai perantau ini. Tapi kalo diceritakan tak akan cukup waktunya.

Dah itu aja ya. Nanti gak ada waktu lagi aku buat berpikir lagi terkait tulisan yang akan datang. Maaf ya kalo cepat kali hilangnya.

Wassalamu'alaikum.Wr.Wb

~M.A.S~